Selasa, 24 Januari 2012

Tak Tau Harus Ku Beri Judul Apa

Suatu hari kau pernah berkata,
“jika separah-parahnya aku sudah tidak virgin lagi,apa kamu masih tetap mau denganku?”
.
Siapapun yang mendapat pertanyaan itu,pasti akan berfikiran sama denganku.Semua akan beranggapan bahwa kalimat itu adalah sebuah harapan bagi yang menerimamu apa adanya*termasuk aku.Lalu,apa aku salah jika sangat berharap bisa menjadi pendamping hidupmu?.

Di hari lain kaupun pernah berkata,
“Kamu kuliah lagi donk,biar nantinya seimbang”

Apa lagi maksud kalimat itu?.Menurutku semua kata-katamu mengandung harapan buatku.Apa itu Cuma gurauan?.Tak tau lah aku.

Setelah itu kau berkata,
“Ga mau ngurusin pacaran atau nikah dulu lah,nyelesein kuliah dulu baru mikirin itu semua”
.
Jujur itu membuatku sangat lega.Setidaknya aku bisa mewujudkan impianku membuka sebuah usaha dan mengembangkanya seraya menunggumu wisuda.Aku hanya butuh sedikit kesabaran sampai waktu itu tiba.

Terakhir kau berkata,
“Iya,aku dah jadian ma dia,sebentar lagi mo tunangan dan mungkin menikah tahun depan”
.
Apa???Lalu bagaimana dengan kata-katamu sebelumnya?.bagaimana dengan impianmu menyelesaikan kuliahmu sebelum menikah?

Jika kau membaca tulisan itu,mungkin kau akan berkata,
“hidup,hidup siapa??,masa depan,masa depan siapa??,masalah buat lu??”

Jelas itu masalah buatku.Tapi apa dayaku.Itu hidupmu,masa depanmu,impianmu.Hakmu ingin melanjutkan atau mengingkarinya.Hanya saja aku sulit untuk menerimanya.

Sabtu, 21 Januari 2012

Memahami Kehilangan Tanpa Harus Kehilangan

         Memahami kehilangan tanpa harus kehilangan?mustahil kah?.Sampai saat ini pun aku belum tau *heheh.Tapi setidaknya aku pernah merasakannya.Kehilangan wanita yang selalu ku inginkan untuk jadi pendampingku.Ingin sekali aku pergi,ingin sekali aku meninggalkan semua itu,meninggalkan harapan besar yang telah bertahun-tahun aku bangun.Tapi kenyataannya aku tak bisa jika harus tanpanya.Rasanya seperti kehilangan satu kaki dan dipaksa untuk berdiri sendiri.Meski sangat sulit,aku harus mencoba memahami kehilangan ini.
         Orang-orang*termasuk dia selalu berkata kalo waktulah yang nanti akan membuatku memahami semuanya.Tapi yang saya rasakan sekarang,waktu tak sedikitpun memberikan bantuan.Bahkan malah memperburuk keadaan.Aku tidak hanya harus belajar memahami kehilangan,tapi juga harus berusaha membohongi orang-orang dan diri ku sendiri,kalo aku kuat menghadapi semua ini.Nyatanya aku lemah saat ini,aku sudah kehilangannya,tapi belum bisa memahaminya.Bahkan kini ia mulai membenciku karena kebodohanku menganggap dengan membuatnya membenciku akan bisa membantuku memahami kehilangan ini.
Ya,saya orang yang sangat bodoh,saya sudah gagal untuk mencoba memahami kehilangan tanpa harus kehilangan.


“…Mau tak mau ku harus melanjutkan yang tersisa.Meski semua telah berbeda,dan tak mungkin pernah ada yang sama…” –Jagostu-

Senin, 16 Januari 2012

Mengertilah

        " Memahami kehilangan tanpa harus meninggalkan".
Arrrgghh!!! Berminggu-minggu ku cari bagaimana caranya.Kutanya sama teman-teman semua,tetapi mereka bilang tidak tahu.*sayaaaaaaanngggg.. dikira alamat palsu kali yah.Ku coba cari lewat buku,tetap tidak bisa menemukannya.Bahkan penulis buku pun ikut ku tanyai.*sksd.Dan tetap aku tidak bisa mengerti.
          Meninggalkannya sama seperti melepas satu kakiku dan berusaha berdiri tegak tanpanya.Setidaknya aku butuh orang lain untuk membantuku berdiri.Ya,aku hanya inginkan itu.Aku butuh waktu untuk itu.Aku butuh waktu untuk mencari orang yang tepat,belajar mencintainya,dan meyakinkan kalo saat ini aku serius dengannya*bukan sebagai pelarian,capek.Tolong sdikit mengerti aku.Anggap aku serius ketika aku sedang serius,AKU BOSAN SELALU DIANGGAP BERGURAU KETIKA AKU SERIUS!!!

Kamis, 12 Januari 2012

Desember (super) Kelabu

        Malam paling mengerikan itu akhirnya datang juga.Tepat pada malam jumat pertengahan desember tahun lalu.Terdengar horror memang,apalagi udah bawa-bawa malam jumat.Tapi sumpah ini ga ada hubunganya ma pocong,kuntilanak ataupun setan-setan yang lainnya.Mereka sudah cukup disibukkan dengan jadwal syuting film yang padatnya mengalahkan artis-artis Indonesia.Jadi,kasihan kalo harus diseret-seret kesini juga.*halah,, gaje hehe...

    “kembali ke lap…toopp!” Pake gaya Tukul Arwana.

         Sekali lagi aku tegaskan kalo ini bukan tentang hantu-hantuan.Ini semua tentang sebuah harapan,sebuah keinginan,dan sebuah impian yang tak ku sangka akan berakhir dengan sebuah kehancuran.
Entah kenapa malam itu terasa berbeda.Perasaan takut akan kehilangan seorang wanita yang paling aku sayang*setelah ibu dan keluargaku tentunya.Apa yang aku baca tak seperti candaan yang biasa ia lakukan.Rasa cemas itu memaksaku untuk bertanya.Melalui pesan singkat,aku coba tuntaskan rasa penasaranku.
     “Kamu bener jadian ma dia?”.Send……
         Selang beberapa saat,lagu “if you’re not the one” punya om Daniel Bedingfield berkumandang dari Nokia N-Gage milikku,berusaha mengisi kesunyian di dalam ruangan 3 x 3 meter ini*tinggal ngetik “ada sms” aja ampe panjang gitu,huuuu.. timpukin timpukin!!.
    “iya,udah ada rencana mo ngelamar juga”.Balasnya
Coba bayangkan*ga usah lama-lama,wanita yang bertahun-tahun ku harapkan menjadi pendamping hidupku,tak berapa lama lagi akan dilamar orang lain.Rasanya tuh nyesek banget kayak lagi diinjek-injek ma ponakanku yang umur satu tahun plus bapak sama ibunya*emang pernah??(dies).
         Malam itu,ku curahkan semua harapanku kepadanya.Beberapa tetes air keluar dari celah-celah mataku.Seraya berharap keputusanya berubah,aku coba menyampaikan semuanya.Namun,semakin jauh aku menjelaskan semuanya,semakin sakit hati ini.Mungkin memang benar kalo sebuah alasan atau penjelasan tidak selalu memperjelas,kadang malah akan memperburuk keadaan.Sebait kalimat yang aku dapatkan dari dua orang sahabat yang berusaha menyelesaikan masalah mereka.
         Entah apa yang aku rasakan saat itu.Aku ingin sebuah saran,aku ingin bercerita,tapi dengan siapa?.Dengan tanpa rasa bersalah,aku coba menghubungi mbakku*malem jumat curhat sama penganten baru,bener-bener ga tau diri hehe.Aku ceritakan semuanya,termasuk keinginanku pulang agar bisa bertemu dan memohon kepadanya.
      “jangan gegabah,santai tapi cerdas” ,kata mas iparku.
Kata-kata itu belum bisa menenangkanku.Aku merasa cengeng sekali malam itu.Dan mas Iparku berkata,
       Tak ada seorangpun yang merasa kuat dalam urusan cinta.Sekuat apapun seorang lelaki,pasti akan merasa sangat lemah di hadapan perempuan yang paling disayanginya”
Dan kata-kata itu pun berhasil membuatku semakin ingin menangis*hik..hik..,hingga aku terjaga sampai pagi menyapa.