“kembali ke lap…toopp!” Pake gaya Tukul Arwana.
Sekali lagi aku tegaskan kalo ini bukan tentang hantu-hantuan.Ini semua tentang sebuah harapan,sebuah keinginan,dan sebuah impian yang tak ku sangka akan berakhir dengan sebuah kehancuran.
Entah kenapa malam itu terasa berbeda.Perasaan takut akan kehilangan seorang wanita yang paling aku sayang*setelah ibu dan keluargaku tentunya.Apa yang aku baca tak seperti candaan yang biasa ia lakukan.Rasa cemas itu memaksaku untuk bertanya.Melalui pesan singkat,aku coba tuntaskan rasa penasaranku.
“Kamu bener jadian ma dia?”.Send……
Selang beberapa saat,lagu “if you’re not the one” punya om Daniel Bedingfield berkumandang dari Nokia N-Gage milikku,berusaha mengisi kesunyian di dalam ruangan 3 x 3 meter ini*tinggal ngetik “ada sms” aja ampe panjang gitu,huuuu.. timpukin timpukin!!.
“iya,udah ada rencana mo ngelamar juga”.Balasnya
Coba bayangkan*ga usah lama-lama,wanita yang bertahun-tahun ku harapkan menjadi pendamping hidupku,tak berapa lama lagi akan dilamar orang lain.Rasanya tuh nyesek banget kayak lagi diinjek-injek ma ponakanku yang umur satu tahun plus bapak sama ibunya*emang pernah??(dies).
Malam itu,ku curahkan semua harapanku kepadanya.Beberapa tetes air keluar dari celah-celah mataku.Seraya berharap keputusanya berubah,aku coba menyampaikan semuanya.Namun,semakin jauh aku menjelaskan semuanya,semakin sakit hati ini.Mungkin memang benar kalo sebuah alasan atau penjelasan tidak selalu memperjelas,kadang malah akan memperburuk keadaan.Sebait kalimat yang aku dapatkan dari dua orang sahabat yang berusaha menyelesaikan masalah mereka.
Entah apa yang aku rasakan saat itu.Aku ingin sebuah saran,aku ingin bercerita,tapi dengan siapa?.Dengan tanpa rasa bersalah,aku coba menghubungi mbakku*malem jumat curhat sama penganten baru,bener-bener ga tau diri hehe.Aku ceritakan semuanya,termasuk keinginanku pulang agar bisa bertemu dan memohon kepadanya.
“jangan gegabah,santai tapi cerdas” ,kata mas iparku.
Kata-kata itu belum bisa menenangkanku.Aku merasa cengeng sekali malam itu.Dan mas Iparku berkata,
Kata-kata itu belum bisa menenangkanku.Aku merasa cengeng sekali malam itu.Dan mas Iparku berkata,
“Tak ada seorangpun yang merasa kuat dalam urusan cinta.Sekuat apapun seorang lelaki,pasti akan merasa sangat lemah di hadapan perempuan yang paling disayanginya”
Dan kata-kata itu pun berhasil membuatku semakin ingin menangis*hik..hik..,hingga aku terjaga sampai pagi menyapa.
Dan kata-kata itu pun berhasil membuatku semakin ingin menangis*hik..hik..,hingga aku terjaga sampai pagi menyapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar